Wulansulutnews.com- Pemerintah Kabupaten Minahasa terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
Bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bank SulutGo, dan Bank Mandiri, Pemkab Minahasa menggelar kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) bertempat di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan bertema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045” ini dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS., Asisten III Ir. Jany Moniung, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Utara Budiman Siahaan, perwakilan Bank SulutGo Cabang Tondano, perwakilan Bank Mandiri, Kadis Koperasi Minahasa Sibbi Sengke, Kadis PMD Minahasa Alex Mamesah, serta para pelaku UMKM se-Kabupaten Minahasa.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS., mewakili Bupati, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP,, menegaskan bahwa kemampuan mengelola keuangan menjadi kebutuhan utama bagi pelaku UMKM di era digital saat ini.
“Untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, berdaya saing dan sejahtera, kita membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi fondasi penting agar pelaku UMKM mampu mengambil keputusan yang tepat, terhindar dari praktik keuangan yang merugikan, serta mampu merencanakan masa depan secara bijaksana.
“Pelaku UMKM yang cerdas mengelola keuangan akan menjadi lebih mandiri, produktif, dan percaya diri. Kepercayaan diri inilah yang akan melahirkan Minahasa yang berani bermimpi, berani berinovasi, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Ia juga mengajak para pelaku usaha di Minahasa untuk semakin bijak dalam mengatur keuangan, gemar menabung, memahami pentingnya investasi, serta terus meningkatkan kualitas usaha yang dimiliki.
Tak hanya itu, Wabup berharap UMKM Minahasa mampu naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, kemasan (packaging), hingga sistem pemasaran agar mampu bersaing dengan daerah lain bahkan menembus pasar ekspor.
“Produk yang dipasarkan harus menjadi produk premium. Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama stakeholder yang hadir saat ini siap membantu para pelaku UMKM karena hal ini sejalan dengan visi Minahasa sebagai daerah pariwisata yang maju dan sejahtera,” paparnya.
Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati Minahasa Robby Dondokambey yang dibacakan dalam kegiatan tersebut, disampaikan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan visi besar bangsa untuk menjadi negara maju dan sejahtera pada usia 100 tahun kemerdekaan.
Bupati juga memaparkan data UMKM di Minahasa yang mencapai 51.384 unit usaha, terdiri dari 51.191 usaha mikro, 168 usaha kecil, dan 25 usaha menengah.
Selain itu, sektor UMKM di Minahasa didominasi usaha perdagangan, kuliner, jasa, kerajinan mebel, hingga kerajinan keramik yang dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila mendapat dukungan akses pembiayaan dan pendampingan usaha.
Pemkab Minahasa melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2026 juga fokus mendorong pengembangan usaha kacang sangrai Kawangkoan, usaha batok kelapa Tondano, serta usaha kuliner melalui dukungan pembiayaan Kredit Bohusami.
Melalui kegiatan GENCARKAN ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap pelaku UMKM semakin inovatif, mandiri, kreatif, dan memiliki daya saing kuat menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. (pnk)









