Wulansulutnews.com- Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si., menegaskan bahwa keberadaan perpustakaan bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan urusan wajib pemerintah yang harus menjadi prioritas pembangunan.
Penegasan itu disampaikan Watania saat menghadiri kegiatan Pembinaan Perpustakaan Umum dan Khusus yang digelar di Dinas Perpustakaan Minahasa, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, di tengah laju digitalisasi yang semakin pesat, perpustakaan justru memegang peran strategis sebagai pusat penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus penjaga nilai-nilai budaya bangsa.
“Perpustakaan adalah institusi strategis. Di dalamnya terdapat sumber data dan informasi yang lengkap, bukan hanya soal IPTEK, tetapi juga menyangkut kebudayaan bangsa,” tegas Watania.
Ia mengingatkan, pengelolaan perpustakaan yang tidak optimal dapat berdampak serius terhadap generasi muda, terutama dalam hal pemahaman sejarah dan identitas budaya.
“Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal teknologi, tetapi melupakan sejarah perjuangan bangsa, perkembangan Bahasa Indonesia, dan nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.
Lebih jauh, Watania menekankan bahwa perpustakaan harus bertransformasi menjadi ruang hidup yang aktif dan menarik, bukan sekadar tempat penyimpanan buku. Perpustakaan, kata dia, harus mampu membangkitkan kesadaran budaya serta memperkuat karakter generasi penerus.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung keberadaan perpustakaan modern di Jakarta sebagai contoh bahwa pengelolaan perpustakaan dapat dikembangkan menjadi pusat literasi yang maju, inovatif, dan diminati masyarakat.
“Ini menjadi tantangan bagi daerah, termasuk Minahasa, untuk menghadirkan perpustakaan yang tidak hanya lengkap, tetapi juga relevan dan diminati masyarakat,” pungkasnya.
Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Minahasa diharapkan mampu menghadirkan perpustakaan yang adaptif di era digital, sekaligus menjadi benteng literasi dan budaya bagi generasi masa depan. (pnk)










