Wulansulutnews.com– Calon Hukum Tua Desa Talikuran, Kecamatan Sonder, Maikhel Najoan terus memantapkan langkahnya dengan membawa visi besar untuk kemajuan desa yang berlandaskan kebersamaan, budaya, serta pelayanan yang transparan kepada masyarakat.
Dengan nomor urut 3, Maikhel hadir membawa semangat baru melalui visi: “Mewujudkan Desa Talikuran yang maju, berbudaya dengan semangat kebersamaan serta pelayanan yang transparan.”
Bagi Maikhel, pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana pemerintah desa mampu hadir melayani masyarakat secara terbuka, jujur, dan penuh tanggung jawab.
“Desa akan maju jika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama. Karena itu saya ingin membangun Talikuran dengan semangat persaudaraan, gotong royong, serta pelayanan yang transparan bagi seluruh masyarakat,” ujar Maikhel di kediamannya di Desa Talikuran, Jumat (15/05/2026).
Di tengah kesibukannya membangun komunikasi dengan masyarakat, Maikhel dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan warga. Ia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dari keluarga besar keluarga Nayoan Turangan, yang saat ini menikah dengan ibu Jein Liwe menjadi keluarga Najoan-Liwe yang cukup dikenal di Desa Talikuran.
Latar belakang keluarga itu turut membentuk karakter Maikhel yang mengedepankan nilai kekeluargaan, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial di desa.
Ia juga menegaskan bahwa niatnya maju sebagai calon Hukum Tua lahir dari ketulusan hati untuk membangun Desa Talikuran tercinta agar semakin maju, harmonis, dan mampu berkembang di berbagai bidang demi kesejahteraan masyarakat.
“Ketulusan untuk membangun desa ini menjadi motivasi utama saya. Talikuran adalah kampung yang kita cintai bersama, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaga, membangun, dan memajukannya,” ungkap Maikhel.
Dalam misinya, Maikhel menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, menciptakan lingkungan yang aman dan bersih, serta meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan masyarakat.
Tak hanya itu, ia juga ingin melibatkan masyarakat dalam setiap proses perencanaan pembangunan desa agar seluruh program benar-benar lahir dari kebutuhan warga.
Selain fokus pada pembangunan, Maikhel juga menaruh perhatian besar terhadap pelestarian budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Talikuran.
Di bidang pemerintahan, Maikhel berkomitmen menghadirkan pelayanan administrasi desa yang mudah dan cepat bagi masyarakat. Ia juga ingin meningkatkan disiplin dan profesionalisme aparatur desa melalui pelatihan dan bimbingan teknis secara berkala.
Sementara di bidang pembangunan, dirinya menegaskan bahwa pembangunan sarana dan prasarana desa akan disesuaikan dengan prioritas usulan masyarakat.
Dalam bidang kemasyarakatan, Maikhel ingin memperkuat persatuan dan budaya gotong royong sebagai jati diri masyarakat Talikuran. Ia juga bertekad menciptakan lingkungan desa yang aman, tertib, harmonis, dan bersih.
Sedangkan di bidang pemberdayaan masyarakat, Maikhel berkomitmen meningkatkan peran perempuan melalui PKK serta mendorong partisipasi generasi muda lewat Karang Taruna agar lebih aktif dalam pembangunan desa.
Menurutnya, kemajuan desa tidak bisa dibangun sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Torang samua punya tanggung jawab untuk membangun Talikuran. Dengan kebersamaan, saya percaya desa ini bisa semakin maju, rukun, dan sejahtera,” pungkasnya.
Visi, misi, dan program kerja tersebut nantinya akan dimuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Talikuran periode 2026-2034 apabila dirinya dipercayakan masyarakat menjadi Hukum Tua Desa Talikuran. (pnk)










