Lapas Tamako dan Kemenag Bersinergi Pulihkan Mental Warga Binaan

banner 468x60

Wulansulutnews.com– Komitmen membentuk warga binaan yang lebih baik tidak hanya dilakukan melalui pembinaan keterampilan, tetapi juga dengan memperkuat sisi spiritual. Hal itulah yang terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Tamako bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui pembinaan kerohanian yang rutin digelar bagi warga binaan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Tamako, Rabu (5/8/2026), menjadi bagian dari upaya membangun karakter warga binaan agar memiliki keimanan, ketakwaan, serta kesadaran untuk memperbaiki diri sebagai bekal saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala Lapas Kelas III Tamako, Torkis Freddy Siregar, menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Kabupaten Kepulauan Sangihe yang terus menjalin sinergi dalam mendukung program pembinaan kepribadian di dalam lapas.

Menurutnya, kehadiran para penyuluh agama bukan sekadar memberikan materi keagamaan, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat baru bagi warga binaan untuk menjalani masa pidana dengan lebih positif.

“Kehadiran Penyuluh Agama dari Kemenag menumbuhkan harapan, menguatkan hati, dan memberikan semangat baru bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri. Semoga kolaborasi yang baik ini terus terjaga dan semakin memberikan manfaat bagi proses pembinaan di Lapas Tamako,” ujar Torkis.

Pembinaan dilaksanakan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing warga binaan. Warga binaan Muslim mengikuti ceramah keagamaan di musala yang dibawakan Ustaz Ahadiyat A. Soleman, sementara warga binaan Kristen mengikuti ibadah dan pendalaman firman Tuhan di Gedung Ibadah Oikumene yang dipimpin Pdt. Boyke S. Dehoop

Dalam ceramahnya, Ustaz Ahadiyat mengajak warga binaan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak amal dan akhlak mulia, serta memanfaatkan waktu untuk bertobat dan memperbaiki kehidupan.

Sementara itu, Pdt. Boyke menyampaikan firman Tuhan dari Yeremia 17:7 yang menguatkan warga binaan agar tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan serta menjadikan masa pembinaan sebagai titik awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Kelas III Tamako berharap mampu mencetak warga binaan yang memiliki karakter kuat, nilai-nilai spiritual yang kokoh, serta siap kembali berintegrasi sebagai pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan. (pnk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *