1.874 WBP Terima Remisi di HUT RI ke-81

banner 468x60

Wulansulutnews.com- HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum penuh harapan bagi warga binaan pemasyarakatan di Sulawesi Utara. Di Rutan Kelas IIA Manado, Senin (17/8/2026), pemberian remisi menjadi simbol kesempatan untuk meninggalkan masa lalu dan menatap kehidupan baru.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, bersama jajaran Pemprov Sulut, Forkopimda, pejabat terkait, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus mengajak warga binaan memaknai kemerdekaan sebagai kesempatan untuk berubah dan memperbaiki kehidupan.

“Merdeka dalam artian bahwa kalian merdeka dari masa lalumu yang buruk dan merdeka untuk menyambut kehidupan barumu.”

Gubernur juga mengajak masyarakat Sulawesi Utara menerima para mantan warga binaan dengan baik dan memberikan ruang bagi mereka untuk kembali berkarya.

“Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini. Jika hari ini kita memiliki niat baik untuk berubah menjadi lebih baik, saya yakin dan percaya pasti akan berubah.”

Pada momentum HUT ke-81 RI, sebanyak 1.874 warga binaan dan anak binaan di seluruh UPT Pemasyarakatan Sulawesi Utara menerima remisi dan pengurangan masa pidana.

Rinciannya, 1.816 orang menerima Remisi Umum I, 36 orang menerima Remisi Umum II dan langsung bebas, 21 anak binaan menerima Pengurangan Masa Pidana I, serta 1 anak binaan menerima PMP II dan langsung bebas.

Dengan demikian, 37 warga binaan dan anak binaan langsung bebas pada momentum kemerdekaan tahun ini.

Sementara itu, Haposan Silalahi menegaskan bahwa remisi merupakan penghargaan negara bagi warga binaan yang menunjukkan perilaku baik, disiplin, serta sungguh-sungguh mengikuti program pembinaan.

Menurutnya, pemasyarakatan tidak sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menghadirkan perubahan melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian.

Semangat tersebut sejalan dengan falsafah Sulawesi Utara “Si Tou Timou Tumou Tou”, yang bermakna manusia hidup untuk memanusiakan manusia.

Warga binaan dibekali kesadaran hukum, pembentukan karakter, disiplin, tanggung jawab hingga keterampilan produktif sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. Sementara anak binaan diarahkan pada pendidikan, pembentukan karakter, pengembangan potensi dan persiapan masa depan.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari masa pidana, tetapi tentang keberanian meninggalkan kesalahan, memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian yang berguna bagi keluarga, masyarakat dan bangsa. (pnk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *