BPJS Kesehatan Perluas Layanan hingga Daerah 3T, LANURI Hadirkan Akses JKN Lebih Dekat untuk Masyarakat

banner 468x60

Wulansulutnews.com – BPJS Kesehatan terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudah dijangkau seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Layanan Ujung Negeri (LANURI) yang mengoptimalkan dua inovasi layanan, yakni Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta BPJS Keliling. Program ini resmi diluncurkan dalam rangkaian Launching LANURI dan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa VIOLA menjadi solusi layanan administrasi kepesertaan JKN berbasis video conference yang memungkinkan masyarakat di daerah terpencil mendapatkan pelayanan secara real time tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Selama periode Januari hingga Mei 2026, layanan VIOLA telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali, dengan lokasi pelayanan terbanyak berada di puskesmas. Jenis layanan yang paling banyak diakses adalah informasi kepesertaan serta perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), didominasi oleh peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).

Menurut Pujo, tidak semua wilayah di Indonesia memiliki akses internet yang memadai maupun masyarakat yang terbiasa menggunakan layanan digital. Karena itu, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan BPJS Keliling sebagai layanan jemput bola yang memberikan pelayanan administrasi, informasi, hingga penanganan pengaduan langsung kepada masyarakat.

“Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling merupakan implementasi LANURI, salah satu program Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan. Hari ini LANURI dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan,” ujar Pujo.

Dari total lokasi tersebut, 179 titik menghadirkan layanan BPJS Keliling, sedangkan 379 titik menyediakan layanan VIOLA guna memastikan masyarakat di wilayah dengan akses terbatas tetap memperoleh pelayanan JKN secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, Pujo mengungkapkan bahwa capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan telah mencapai 91,53 persen. Program tersebut mencakup empat program Customer Centric dan empat program Collaborative yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Beberapa program strategis yang telah berjalan di antaranya JKN 3T, P-Care Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Eliminasi Inefisiensi melalui penguatan sistem pengawasan klaim guna mencegah potensi penyalahgunaan atau fraud.

Inisiatif BPJS Kesehatan mendapat apresiasi dari Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus. Ia menilai kehadiran LANURI menjadi terobosan penting dalam mendekatkan layanan administrasi JKN kepada masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan transportasi maupun infrastruktur digital.

Kementerian Koperasi, lanjutnya, siap mendukung implementasi LANURI melalui jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang telah tersebar hingga tingkat desa dan kecamatan.

Dukungan serupa juga datang dari Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, yang menyatakan kesiapan TNI membantu pemerataan layanan kesehatan di wilayah 3T melalui pemanfaatan fasilitas kesehatan milik TNI, kapal rumah sakit, hingga pengerahan sekitar 76.000 personel Babinsa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, BPJS Kesehatan berharap masyarakat di wilayah terpencil kini semakin mudah mengakses layanan JKN secara cepat, merata, dan berkualitas. (pnk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *