Wulansulutnews.com- Tim II Resmob Polres Minahasa di bawah pimpinan AIPDA S.S., bersama Tim Polsek Kawangkoan, berhasil mengamankan sembilan pemuda yang diduga terlibat dalam aksi pengancaman menggunakan senjata tajam serta penganiayaan terhadap dua warga Kelurahan Kinali.
Penangkapan dilakukan dalam operasi yang digelar sejak Minggu (23/11/2025) dini hari hingga pagi hari, setelah para pelaku sebelumnya melakukan rangkaian tindakan yang meresahkan masyarakat Kawangkoan dan Kawangkoan Timur.
Keributan pertama terjadi pada Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 02.00 WITA, ketika sekelompok pelaku yang menutup wajahnya berteriak-teriak di depan Alfamidi Kinali. Mereka kemudian mengejar dua pemuda berinisial E.P. dan M.R.
Pelaku K.P., yang berboncengan dengan dua rekannya, dengan sengaja menabrak motor korban hingga keduanya tersungkur. Saat korban terjatuh, beberapa pelaku langsung merusak motor tersebut dan terus mengejar dua korban yang berusaha melarikan diri.
Korban M.R. akhirnya tertangkap dan dibawa paksa ke pekuburan Talikuran, tempat ia mengalami penganiayaan serta ancaman agar tidak melapor ke polisi. Meski demikian, korban tetap melapor ke Polsek Kawangkoan.
Tak berhenti di situ, keesokan harinya (21/11/2025), kelompok yang dipimpin C.B. kembali membuat keributan di Kelurahan Kinali. Mereka berteriak-teriak sambil membawa senjata tajam jenis badik, membuat suasana semakin tidak kondusif.
Aksi cepat aparat akhirnya membuahkan hasil. Dari pukul 02.00 hingga 07.00 WITA, Resmob II dan Polsek Kawangkoan berhasil menangkap sembilan pelaku berinisial K.P., R.S., A.W., J.L., C.B., K.S., M.R., A.P., dan M.L.
Dalam penangkapan tersebut, beberapa pelaku kedapatan membawa pisau, badik, hingga bambu yang diduga digunakan dalam aksi kekerasan. Motor korban yang dirusak juga turut diamankan. Dalam penyisiran lanjutan, petugas menemukan panah wayer beserta amunisinya, namun pemiliknya belum teridentifikasi.
Menurut laporan kepolisian, aksi kelompok ini telah beberapa hari membuat warga Kinali gelisah akibat keributan, intimidasi, hingga tindak kekerasan yang mereka lakukan.
Saat ini seluruh pelaku telah diamankan di Polres Minahasa untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. (pink)










