Wulansulutnews.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Amurang, Eduard A. Robertus Kaligis, S.Sos., terus memperkuat transformasi pembinaan warga binaan melalui pengembangan program ketahanan pangan berbasis peternakan dan perikanan.
Program ini menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan dan kemandirian sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara yang melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas III Amurang, Senin (3/8/2026).
Rombongan dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, Amd.IP., S.Sos., M.H., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Yulius Paath, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Zulkarnain, serta Plt. Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Roni Rumondor.
Dalam sambutannya, Kalapas Eduard Kaligis menegaskan bahwa pembinaan di Lapas Amurang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada pembentukan sumber daya manusia yang produktif melalui program-program yang memberikan manfaat nyata.
“Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang berkualitas dan berkelanjutan. Program peternakan ayam serta budidaya ikan mas diharapkan menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan sehingga mereka mampu mandiri, memiliki usaha, dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat setelah bebas nanti,” ujar Kaligis.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara beserta jajaran yang selama ini terus memberikan arahan, pembinaan, dan motivasi kepada seluruh petugas Lapas Amurang.
“Setiap kemajuan yang kami capai tidak terlepas dari dukungan dan pembinaan pimpinan. Arahan yang diberikan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, mengapresiasi langkah Lapas Kelas III Amurang dalam mengembangkan program pembinaan yang selaras dengan kebijakan nasional di bidang ketahanan pangan.
Menurutnya, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kemampuan lembaga dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi sumber penghidupan setelah kembali ke masyarakat.
“Program ini harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh oleh warga binaan. Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan diharapkan menjadi modal untuk hidup mandiri dan tidak lagi mengulangi pelanggaran hukum,” tegas Haposan.
Ia juga mengingatkan seluruh warga binaan agar menjaga disiplin, menaati seluruh aturan yang berlaku di dalam lapas, serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat menghambat proses pembinaan.
Melalui pengembangan peternakan ayam dan budidaya ikan mas, Lapas Kelas III Amurang di bawah kepemimpinan Eduard A. Robertus Kaligis terus mempertegas komitmennya sebagai lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga mencetak warga binaan yang memiliki keterampilan, produktif, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana. (pnk)










