Wulansulutnews.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa resmi meluncurkan kebijakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sebagai langkah strategis menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus krisis iklim yang kian terasa.
Kebijakan ini ditegaskan Sekretaris Daerah Minahasa, Lynda D. Watania, saat memimpin Apel Kerja Bakti yang digelar di Lapangan Manguni Sasaran, Kamis pagi. Kegiatan tersebut dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang turun langsung membawa perlengkapan kebersihan.
Turut hadir dalam apel tersebut jajaran pejabat eselon II dan III, para asisten, staf ahli, hingga camat se-Kabupaten Minahasa.
Dalam arahannya, Sekda Lynda mengungkapkan bahwa kondisi global saat ini sedang tidak stabil. Perselisihan antarwilayah dunia berdampak pada terganggunya distribusi energi, yang secara tidak langsung memengaruhi perekonomian daerah, termasuk di Minahasa.
“Pemerintah pusat mendorong penghematan energi secara masif,” ujarnya.
Sebagai respons, Pemkab Minahasa mulai menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA) bagi ASN, guna meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kinerja. Meski demikian, layanan publik vital seperti RSUD, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta PTSP tetap berjalan secara luring demi menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati Minahasa menginstruksikan agar kegiatan kerja bakti kini difokuskan pada titik-titik strategis, khususnya di kawasan Sasaran. Selain itu, normalisasi kebersihan Sungai Sumalangka juga menjadi prioritas utama dalam mendukung implementasi program ASRI.
Sekda Lynda juga menekankan peran penting para camat dalam menyukseskan kebijakan ini. Ia menyebut pusat kota Tondano sebagai barometer keberhasilan program, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
“Kita tidak boleh lagi hanya mengandalkan TPA,” tegasnya.
Setiap kecamatan didorong untuk membangun bank sampah mandiri, serta menerapkan sistem pemilahan sampah antara plastik dan organik secara disiplin.
Tak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap penanganan sampah berbahaya (B3), yang membutuhkan penanganan lebih teliti dan terstandar.
“ASN harus menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.
Melalui kebijakan ASRI, Pemkab Minahasa menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan daerah di tengah tantangan global. (pnk)










