Jejak Sembilan Tahun Olly Dondokambey Terangkum dalam Buku “Menjaga Nyiur Tetap Melambai”

banner 468x60

Wulansulutnews.com- Sembilan tahun perjalanan kepemimpinan Olly Dondokambey sebagai Gubernur Sulawesi Utara (2016–2025) kini terangkum dalam sebuah karya literatur berjudul “Menjaga Nyiur Tetap Melambai, Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, 2016–2025.”

Buku setebal 168 halaman yang dikemas penuh warna tersebut diluncurkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kompleks Gedung Kompas-Gramedia, Jakarta, 26 Juli 2026.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Peluncuran buku ini menjadi momentum untuk merekam perjalanan, gagasan, pengabdian, sekaligus berbagai capaian Olly Dondokambey selama memimpin Sulawesi Utara selama dua periode.

Acara tersebut dijadwalkan dihadiri Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, yang turut memberikan kata sambutan khusus.

Kehadiran Megawati sekaligus memperlihatkan kuatnya hubungan persahabatan, loyalitas dan rasa saling menghormati yang telah terbangun lama antara dirinya dengan Olly Dondokambey.

Buku ini mengangkat perjalanan Olly yang terinspirasi dari Dedication of Life Bung Karno serta falsafah pahlawan nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, “Si Tou Timou Tumou Tou.”

Sebelum memasuki dunia politik, Olly mengawali kiprahnya dari dunia bisnis. Ia kemudian menjadi anggota DPR RI periode 2004–2015, sebelum dipercaya memimpin Sulawesi Utara mulai 2016, bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Selama dua periode kepemimpinannya, sejumlah agenda strategis pembangunan Sulawesi Utara terus didorong, mulai dari penguatan infrastruktur, konektivitas transportasi, pengembangan kawasan ekonomi hingga penguatan sektor pertanian dan kesehatan.

Sulawesi Utara juga diarahkan semakin terbuka sebagai pintu gerbang Indonesia menuju kawasan Pasifik. Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang serta kemudahan layanan keimigrasian menjadi bagian dari langkah tersebut.

Di tengah berbagai capaian pembangunan, sosok Olly juga dikenal tetap sederhana dan dekat dengan masyarakat.

Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai gubernur, pengabdiannya kepada masyarakat dan gereja terus berlanjut. Salah satu bentuk kepeduliannya ditunjukkan melalui hibah lahan di Langowan untuk pembangunan Sekolah Taruna Nusantara.

Peluncuran buku ini juga dirangkaikan dengan sesi bedah buku yang menghadirkan sejumlah tokoh penting. Selain Olly Dondokambey sebagai tokoh utama, hadir Prof. Arief Hidayat, Guru Besar Emeritus Hukum Tata Negara sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, serta J. Osdar, wartawan senior Harian Kompas.

Sementara Paulus Tri Agung Kristanto, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas, bertindak sebagai moderator.

Sejumlah tokoh nasional turut dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani, jajaran DPP PDI Perjuangan, pejabat negara dan tokoh masyarakat.

Bagi Sulawesi Utara, buku “Menjaga Nyiur Tetap Melambai” bukan sekadar catatan perjalanan seorang kepala daerah. Buku ini menjadi rekam jejak tentang bagaimana gagasan, kebijakan dan pengabdian seorang pemimpin meninggalkan warisan bagi daerah yang pernah dipimpinnya.

Sembilan tahun memimpin, jejaknya kini ditulis untuk dikenang. (pnk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *