Wulansulutnews.com– Komitmen menghadirkan pembinaan produktif bagi warga binaan terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano. Senin (18/5/2026).
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano untuk meninjau langsung lahan pengembangan peternakan ayam petelur di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Kedatangan Kakanwil disambut langsung Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Jum Hertantono bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai.
Peninjauan dilakukan sebagai langkah lanjutan pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan setelah sebelumnya Lapas Tondano berhasil menjalankan program peternakan ayam pedaging.
Kini, pengembangan ayam petelur dipersiapkan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan pembinaan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada sektor ketahanan dan kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam kunjungan itu, Haposan Silalahi meninjau kondisi lahan, kesiapan sarana pendukung, hingga rencana pengembangan peternakan ke depan. Ia menegaskan bahwa program pembinaan berbasis keterampilan seperti ini harus terus diperkuat karena memberi manfaat nyata bagi warga binaan.
“Program seperti ini harus terus didorong dan dikembangkan. Selain mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki kemampuan dan kemandirian yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Haposan Silalahi.
Sementara itu, Kalapas Tondano, Yulius Jum Hertantono, menyampaikan bahwa pengembangan program di lingkungan SAE merupakan bentuk komitmen Lapas Tondano dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat pembinaan mental, tetapi juga berorientasi pada keterampilan dan kemandirian warga binaan.
Dengan pengembangan peternakan ayam petelur tersebut, Lapas Tondano diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, mandiri, dan memberi dampak positif baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas. (pnk)










