AMAN Sulut Kecam Kekerasan Seksual yang Tewaskan Mahasiswi UNIMA

banner 468x60

Wulansulutnews.com– Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulawesi Utara mengecam keras kasus dugaan kekerasan seksual yang menyebabkan meninggalnya Evia Mangolo, mahasiswi Program Studi PGSD Universitas Negeri Manado (UNIMA).

Korban ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kos di Kota Tomohon pada Rabu (30/12/2025). Evia diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang dosen berinisial DM.

AMAN Sulut menilai peristiwa ini bukan sekadar tragedi individual, melainkan tragedi kemanusiaan yang mencederai rasa keadilan dan martabat perempuan, sekaligus menunjukkan lemahnya sistem perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan pemuda adat di lingkungan kampus.

Biro Kebudayaan AMAN Sulut, Frily Omega Pantow, menyebut Evia merupakan anak adat yang datang dari kampung dengan harapan besar menempuh pendidikan demi masa depan yang lebih baik.

“Korban tidak hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga harapan kampungnya. Ketika ia menjadi korban kekerasan hingga meninggal dunia, yang dirusak bukan hanya tubuh dan jiwanya, tetapi juga ikatan sosial serta kepercayaan masyarakat adat terhadap keadilan,” ujarnya.

Ketua Pengurus Harian (PH) AMAN Sulut, Kharisma Kurama, menegaskan bahwa kasus ini tidak dapat dilepaskan dari relasi kuasa yang timpang serta lemahnya sistem perlindungan perempuan di ruang pendidikan.

“Pembiaran terhadap kekerasan seksual mencerminkan pola yang selama ini juga dialami masyarakat adat, di mana suara korban kerap diabaikan dan keberpihakan hukum masih lemah,” tegasnya.

Menurut AMAN Sulut, tragedi ini juga berpotensi menimbulkan trauma dan ketidakpercayaan publik terhadap kampus sebagai ruang aman untuk belajar dan mengakses ilmu pengetahuan.

Nada desakan juga disampaikan Nedine Sulu, Perempuan Adat Tombulu Koha. Ia menegaskan bahwa kekerasan seksual merupakan pelanggaran hak asasi manusia, terlebih jika terjadi di lingkungan akademik.

“Kekerasan seksual di kampus adalah kekerasan berbasis relasi kuasa. Negara wajib hadir melindungi perempuan dan anak,” tegasnya.

Ia meminta aparat menindak tegas pelaku serta memberikan perlindungan kepada keluarga korban.

AMAN Sulut mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan, menyeluruh, dan adil, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pembiaran atau kelalaian institusi. Universitas Negeri Manado juga diminta bertanggung jawab secara kelembagaan dan memastikan tidak ada impunitas.

Di akhir pernyataannya, AMAN Sulut mengajak seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan gerakan sipil untuk mengawal kasus ini hingga keadilan benar-benar terwujud.

“Kami berdiri bersama korban, keluarga, dan komunitas adatnya. Keadilan bagi Evia adalah bagian dari perjuangan panjang masyarakat adat dalam mempertahankan martabat dan masa depan generasi penerus.” (pink)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60