Kebakaran Hebat Landa Desa Rerer

banner 468x60

Wulansulutnews.com- Suasana siang di Desa Rerer, Jaga IV, Kecamatan Kombi, pada Rabu (3/12/2025) mendadak berubah panik setelah kobaran api besar melalap tiga rumah semi permanen milik Keluarga Mandias–Kaku, Rarumangkay–Tumbel, dan Mandias–Rarumangkay.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.25 Wita ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan lebih dari Rp 2 miliar.

Berdasarkan keterangan awal, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada stop contact di dapur rumah keluarga Mandias–Kaku. Colokan yang digunakan bersamaan untuk magic com, mesin cuci, serta lampu dapur dan kamar mandi, memicu percikan api yang cepat membesar.

Jarak antar rumah yang hanya sekitar dua meter serta hembusan angin kencang membuat api dalam waktu singkat menjalar ke dua rumah lainnya.

Kepanikan warga sempat meningkat ketika diketahui seorang penderita stroke berada di dalam rumah keluarga Rarumangkay–Tumbel. Meiske Gerungan (52), warga sekitar, menjadi saksi sekaligus penyelamat. Melihat asap tebal dan kobaran api kian membesar, ia bergegas menuju rumah tersebut.

“Saya lihat api makin besar dan ibu Mike Tumbel sendirian di rumah. Saya langsung menggendong beliau keluar,” ujar Meiske. Teriakan minta tolong yang ia lontarkan membuat warga sekitar berdatangan untuk membantu melakukan pemadaman manual sebelum petugas tiba.

Pemilik rumah, John Rarumangkay (78), tiba dalam kondisi panik setelah melihat asap dari kebun tempat ia bekerja. Rumah yang ia tinggali bersama istrinya telah hangus rata tanah, termasuk seluruh barang berharga dan stok barang dagangan milik anaknya yang rencananya akan dibawa pindah ke Kalimantan. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar.

Sementara itu, Joni Mandias (65), pemilik rumah pertama, mengaku tidak menyadari bahwa api berasal dari rumahnya. Ia menjelaskan bahwa instalasi listrik di bagian plafon belum pernah diperbarui dan terdapat stop contact longgar yang sering digunakan untuk beberapa peralatan sekaligus. Dua unit sepeda motor Honda yang berada di dalam rumah ikut terbakar. Kerugian keluarga ini diperkirakan sekitar Rp 250 juta.

Rumah ketiga milik Yeti Rarumangkay (73) juga ludes terbakar, dengan estimasi kerugian sekitar Rp 350 juta. Hingga kini, Yeti masih mengalami syok sehingga belum dimintai keterangan lebih lanjut.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa tiba di lokasi sekitar pukul 15.26 Wita dan langsung melakukan pemadaman terhadap sisa kobaran api. Saat api berhasil dipadamkan, yang tersisa hanya kerangka bangunan hangus yang sulit dikenali.

Kapolsek Kombi, IPTU Alen Pop Lariwu, SH, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap instalasi listrik rumah.

“Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian materi yang sangat besar ini harus menjadi pembelajaran bersama,” ujarnya.

Saat ini warga Desa Rerer masih bergotong royong membantu para korban yang kehilangan tempat tinggal, menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat dalam menghadapi musibah. (pink)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60