Wulansulutnews.com- Suasana dini hari di Desa Amongena 3, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, mendadak mencekam. Dua rumah dilalap si jago merah pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 04.15 WITA.
Kebakaran yang diduga sementara akibat korsleting atau arus pendek listrik tersebut mengakibatkan seorang warga mengalami luka bakar. Korban, Ko In Oroh Wotulo, langsung mendapat perawatan medis di Puskesmas Wolaang.
Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Minahasa sekitar pukul 04.15 WITA. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 04.20 WITA dan langsung berjibaku melakukan pemadaman guna mencegah api merembet ke bangunan lainnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa, Melky Luvy Rumate, M.Si., mengatakan, berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah, termasuk kabel, stop kontak dan sambungan listrik yang sudah tidak layak,” ujar Rumate.
Dalam penanganan tersebut, Damkar Minahasa menurunkan sejumlah armada, yakni Unit Komando, Unit Brama 2, Unit 60, Unit 10 dan Unit 80, serta satu unit suplai dari BPBD.
Sebanyak 17 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut, terdiri dari personel Damkar dan BPBD.
Berkat respons cepat petugas, kebakaran dapat ditangani sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya. Sementara itu, kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Rumate menegaskan, kecepatan laporan dan respons petugas menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas.
“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respons personel. Tetapi masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting. Jika terjadi kebakaran, segera laporkan agar petugas dapat bergerak secepat mungkin,” tegasnya.
Dinas Damkar Kabupaten Minahasa mencatat, hingga Selasa (11/8/2026), telah terjadi 75 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2026.
Rinciannya, sebanyak 35 kejadian kebakaran bangunan, 37 kejadian kebakaran lahan, dua kejadian terkait listrik, dan satu kejadian kebakaran kendaraan motor.
Angka tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa karena setiap kejadian kebakaran tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian material, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Damkar terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan instalasi listrik.
Pemkab juga mengajak masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan apabila menemukan kabel terkelupas, stop kontak panas, sambungan listrik bermasalah maupun instalasi listrik yang sudah tidak memenuhi standar.
“Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran. Lebih baik mencegah daripada kehilangan harta benda bahkan nyawa,” pesan Melky Luvy Rumate.
Pemerintah Kabupaten Minahasa turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Damkar, BPBD, aparat pemerintah desa dan masyarakat yang telah membantu proses penanganan kebakaran.
Pemkab berharap kesadaran dan kewaspadaan masyarakat semakin meningkat, sehingga potensi kebakaran dapat ditekan dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas bersama. (pnk)










