Gandeng APH, Operasi Gabungan Lapas Manado Perangi Halinar

banner 468x60

Wulansulutnews.com- Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado dalam memberantas peredaran barang terlarang sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban terus diperkuat.

Bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Utara serta Aparat Penegak Hukum (APH) dari unsur TNI, Polri dan BNNP Sulawesi Utara, jajaran Lapas Manado melaksanakan operasi gabungan berupa inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (18/9/2026).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

Dalam pelaksanaannya, petugas bersama APH melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kamar dan blok hunian, termasuk barang-barang milik warga binaan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Tak hanya pemeriksaan kamar hunian, operasi gabungan juga diisi dengan pemeriksaan urine terhadap WBP kasus narkotika yang dilaksanakan bersama BNNP Sulawesi Utara.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini untuk memastikan lingkungan Lapas Manado tetap bersih dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Kepala Lapas Kelas IIA Manado, Krisman Ziliwu, menegaskan bahwa sidak merupakan salah satu strategi penting dalam mencegah sekaligus mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan keamanan.

“Kami tidak ingin memberikan ruang bagi masuk dan beredarnya Halinar di dalam Lapas. Karena itu, pengawasan dan sidak akan terus dilakukan secara berkala. Sinergi dengan APH juga menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah kami untuk menciptakan Lapas yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba,” tegas Krisman.

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Utara Haposan Silalahi melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pelayanan, Zulkarnain, menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan program pembinaan bagi warga binaan.

Menurutnya, kondisi Lapas yang aman dan tertib akan mendukung pelaksanaan pembinaan secara optimal.

“Ketika kondisi keamanan dan ketertiban terjaga, maka proses pembinaan dapat berjalan dengan maksimal. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pengawasan, memperkuat sinergi, dan mengambil langkah tegas sesuai aturan terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan,” tambahnya.

Lapas Kelas IIA Manado memastikan langkah deteksi dini dan pengawasan akan terus dilakukan secara konsisten. Sinergi dengan APH, termasuk TNI, Polri dan BNNP Sulawesi Utara, diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan terhadap masuknya narkoba, handphone ilegal, pungutan liar, serta berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban lainnya.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Lapas Manado dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari Halinar, sehingga program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan secara optimal. (pnk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *