Festival Literasi Sulut 2026 Ditutup, Gubernur Yulius: Literasi Fondasi Peradaban

banner 468x60

Wulansulutnews.com – Kemajuan sebuah daerah tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Di balik kemajuan yang berkelanjutan, terdapat sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 yang resmi ditutup pada Minggu (4/10/2026) malam, bertempat di Museum Negeri Sulawesi Utara.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Mengusung tema “Merawat Kearifan dan Menciptakan Narasi untuk Masa Depan Peradaban”, festival ini menjadi ruang perjumpaan gagasan, karya dan kreativitas masyarakat dalam mendorong tumbuhnya budaya literasi di Sulawesi Utara.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE menegaskan, literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis.

Menurutnya, literasi merupakan kemampuan memahami realitas, berpikir kritis serta membaca perubahan zaman. Pada saat yang sama, literasi juga menjadi sarana untuk menjaga sejarah, budaya dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi Sulawesi Utara yang terus bergerak menghadapi berbagai tantangan zaman. Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membutuhkan generasi yang tidak hanya mampu menerima informasi, tetapi juga cakap memilah, memahami, mengolah dan melahirkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memandang budaya literasi sebagai tanggung jawab bersama.

Sekolah, perguruan tinggi, keluarga, komunitas hingga generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang gemar membaca, berpikir kritis, kreatif dan produktif melahirkan karya.

Karena itu, berbagai kegiatan edukatif seperti Festival Literasi Sulawesi Utara menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk terus belajar, berekspresi, berkarya dan mengembangkan potensi.

Festival ini sekaligus menunjukkan bahwa literasi dapat menjadi ruang perjumpaan berbagai gagasan. Ketika masyarakat diberikan ruang untuk berkreasi dan berkolaborasi, karya-karya kreatif, pemikiran kritis serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dapat tumbuh dan berkembang.

Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Putra Putri Literasi Sulawesi Utara (PPLSU), Perpustakaan Nasional, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026.

Di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat, kemajuan tidak berarti meninggalkan identitas.

Sebaliknya, daerah yang terus berkembang perlu memiliki kemampuan untuk bergerak maju dengan tetap mengenal sejarah, budaya dan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya.

Pesan itulah yang turut dibawa Festival Literasi Sulawesi Utara 2026. Merawat kearifan lokal bukan berarti berjalan mundur, melainkan menjadikannya sebagai fondasi untuk membangun narasi baru tentang masa depan.

Generasi muda Sulawesi Utara membutuhkan ruang untuk membaca dunia sekaligus memahami daerahnya sendiri. Mereka perlu mampu menyerap perkembangan global, namun tetap membawa identitas daerah dalam setiap karya, gagasan dan inovasi yang dihasilkan.

Di titik inilah literasi menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia dan masa depan daerah.

Penutupan Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 bukan akhir dari gerakan literasi. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal bagi tumbuhnya semangat literasi yang terus hidup di sekolah, kampus, keluarga, komunitas maupun ruang-ruang publik.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi berbagai kegiatan edukatif dan positif yang mendorong masyarakat untuk membaca, berpikir kritis, berkreasi dan menghasilkan karya.

Gubernur Yulius berharap semangat yang telah tumbuh selama pelaksanaan festival dapat diteruskan menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Sebab, Sulawesi Utara yang maju tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga manusia yang berpengetahuan, berkarakter, kreatif dan memiliki kepedulian terhadap daerah.

Dengan demikian, semangat Festival Literasi Sulawesi Utara 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni penutupan, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan bersama dalam membangun masyarakat yang literat, berbudaya dan adaptif terhadap perubahan.

Dari literasi, gagasan tumbuh. Dari gagasan, karya lahir. Dan dari karya, masa depan Sulawesi Utara dibangun. (pnk)

 

 

adv

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *