Wulansulutnews.com– Puluhan siswa SMA Katolik Karitas Tomohon dilaporkan mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan massal pada Senin (26/1/2026).
Hingga pukul 22.45 WITA, sekitar 54 orang telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Tomohon dan Kabupaten Minahasa.
Tidak hanya siswa, empat orang guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa dan saat ini tengah menjalani perawatan medis. Berdasarkan data sementara, sekitar 54 siswa dan empat guru dirawat di RS Gunung Maria Tomohon, sementara RS Siloam Sonder menerima sedikitnya empat pasien dengan keluhan yang sama.
Seluruh pasien saat ini berada dalam pengawasan serta penanganan intensif oleh tim medis di masing-masing rumah sakit.
Dokter RS Siloam Sonder, dr. Lydia Watung, yang sementara bertugas, menjelaskan bahwa mayoritas pasien datang dengan keluhan gangguan pencernaan.
“Sebagian besar pasien mengalami mual, muntah, pusing, dan nyeri perut. Saat ini kami fokus pada penanganan medis serta pemantauan kondisi pasien agar tetap stabil,” ujar dr. Lydia.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan wali murid, untuk tidak menunda pemeriksaan medis apabila anak menunjukkan gejala serupa.
“Jika ada siswa maupun guru yang merasakan keluhan yang sama, segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat agar bisa ditangani lebih cepat,” tambahnya.
Sementara itu, pihak sekolah menyatakan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Kepala SMA Katolik Karitas Tomohon, Fianey Theodorus Leleran, S.Fils, mengatakan bahwa pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi para siswa dan guru yang dirawat.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Saat ini seluruh proses penanganan sudah ditangani oleh pihak berwajib dan instansi terkait. Kami terus berkoordinasi dan berharap semua siswa serta guru dapat segera pulih,” ujar Leleran.
Ia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar situasi dapat segera terkendali.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan, namun kepastian akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan dan koordinasi lintas instansi selesai dilakukan. (pink)









