Wulansulutnews.com– Tinggal menghitung hari menuju pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Serentak Kabupaten Minahasa pada 17 Juni 2026.
Sebanyak 129 desa akan menentukan pemimpin baru yang akan mengemban amanah masyarakat dan menggerakkan pembangunan desa dalam delapan tahun ke depan.
Menjelang hari pemungutan suara, Pemerintah Kabupaten Minahasa mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pilhut sebagai pesta demokrasi yang aman, damai, dan bermartabat.
Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, menegaskan bahwa setiap suara masyarakat sangat menentukan arah pembangunan desa ke depan.
“Gunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab. Jangan golput. Datang ke TPS dan pilih pemimpin yang benar-benar memiliki kemampuan, komitmen, dan kepedulian untuk membangun desa. Masa depan desa ada di tangan masyarakat,” tegas Bupati Robby.
Ia juga mengingatkan seluruh calon Hukum Tua dan tim pendukung agar menjaga suasana tetap kondusif serta mengedepankan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat Minahasa.
“Pilkada boleh selesai, Pilhut juga akan selesai. Tetapi persaudaraan harus tetap terjaga. Jangan karena perbedaan pilihan, hubungan kekeluargaan menjadi rusak. Mari tunjukkan bahwa demokrasi di Minahasa berjalan dengan dewasa dan bermartabat,” ujarnya.
Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS., mengajak seluruh masyarakat untuk menolak provokasi, penyebaran hoaks, maupun upaya-upaya yang dapat memecah belah warga desa.
“Jadikan Pilhut sebagai momentum untuk memilih yang terbaik, bukan mencari siapa yang kalah. Setelah pemilihan selesai, mari kembali bersatu membangun desa. Kebersamaan adalah modal utama kemajuan,” kata Vanda.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si., menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mengawal seluruh proses Pilhut agar berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Menurut Watania, keberhasilan Pilhut tidak hanya diukur dari tingginya partisipasi masyarakat, tetapi juga dari terciptanya suasana yang aman, tertib, dan penuh rasa saling menghormati.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga stabilitas dan keamanan di desa masing-masing. Mari sukseskan Pilhut dengan semangat demokrasi yang jujur, adil, dan transparan,” ungkapnya.
Pilhut Serentak 2026 menjadi salah satu agenda demokrasi terbesar di Kabupaten Minahasa. Sebanyak 129 desa akan menentukan figur yang dipercaya memimpin dan membawa perubahan bagi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa mengajak seluruh warga untuk tidak menyia-nyiakan hak pilihnya.
Tanggal 17 Juni bukan sekadar hari pencoblosan, tetapi hari ketika masyarakat menentukan arah masa depan desa. Beda pilihan itu biasa, namun persatuan dan kebersamaan harus tetap menjadi pemenangnya. (pnk)








