Wulansulutnews.com- Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, menghadiri kegiatan lingkungan yang diselenggarakan oleh Kelompok Pecinta Alam Bebas (KPAB) Maesa Sonder, bersama komunitas pecinta alam se-Sulawesi Utara. Sonder, (26/7/2025).
Kegiatan bertema “Menanam Pohon Sekarang, Selamatkan Nafas Masa Depan” ini dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 25–26 Juli 2025, di kawasan wisata alam Tutuasan Waterfall, Desa Kauneran raya.
Kegiatan ini mencakup penanaman pohon dan camping ground, yang menjadi bagian dari komitmen para pecinta alam untuk menjaga kelestarian lingkungan serta mengenalkan nilai-nilai cinta alam kepada generasi muda.
Dalam sambutannya, Wabup Vanda menyampaikan pesan dari Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, S.Si., MAP, yang memberikan salam hangat dan apresiasi kepada seluruh peserta.
“Kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tapi menanam harapan dan kehidupan. Karena lingkungan adalah masa depan kita dan anak cucu kita. Saya bangga melihat semangat teman-teman, termasuk anak-anak yang ikut hadir. Ini adalah bentuk pendidikan cinta alam sejak dini. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujar Vanda.
Ketua KPAB Maesa Sonder, Jemsy Lontaan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan aksi nyata komunitas untuk menjaga keseimbangan alam.
“Sementara itu, Ketua Panitia, Steven Limbat, menyatakan bahwa kegiatan penanaman pohon ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk menjaga dan memelihara alam.
“Kami sadar bahwa tanpa alam, kita tidak bisa bernapas dan hidup. Karena itu, program penanaman pohon ini adalah salah satu aksi nyata kami dalam memperkuat ketahanan tanah, menjaga sumber air, dan keasrian lingkungan. Ini merupakan langkah konkret yang sangat berdampak pada kehidupan manusia serta ekosistem yang ada,” jelas Steven.
Ia menambahkan bahwa puncak kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat, termasuk dalam bidang pariwisata.
“Kami juga turut mempromosikan destinasi Tekaan Tutuasan dan situs budaya Batu Panjang, serta mengampanyekan pentingnya memilah dan mengelola sampah secara bertanggung jawab,” tutupnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta dan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, komunitas pecinta alam, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala BPBD Minahasa, Danramil Sonder, Sekcam Sonder, para Hukum Tua se-Kecamatan Sonder, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta komunitas pecinta alam dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara. (pink)










