Panen Raya Lapas Tondano Jawab Tantangan Ketahanan Pangan

banner 468x60

Wulansulutnews.com- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano kembali menegaskan perannya sebagai institusi pembinaan yang produktif melalui pelaksanaan Panen Raya Kacang, Kamis (15/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan Pemasyarakatan yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

Panen raya berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Tondano dan dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Minahasa. Kehadiran unsur Forkopimda mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.

Hasil panen tersebut merupakan buah dari proses pembinaan kemandirian yang dijalankan secara berkelanjutan. Melalui pengelolaan lahan pertanian, warga binaan tidak hanya dilatih menghasilkan produk pangan, tetapi juga ditanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta keterampilan kerja sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Secara nasional, Panen Raya Pemasyarakatan dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, bersama jajaran pimpinan kementerian. Dari Sulawesi Utara, Kepala Lapas Kelas IIB Tondano mengikuti kegiatan secara virtual dari Lapas Kelas III Amurang bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Tonny Nainggolan, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sulut.

Dalam arahannya, Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa program ketahanan pangan Pemasyarakatan memberikan manfaat strategis yang berlapis.

“Kami ingin membangun pembinaan yang berdampak langsung. Warga binaan mendapatkan keterampilan dan kepercayaan diri, sementara negara memperoleh kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Berdasarkan laporan nasional, total hasil Panen Raya Serentak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mencapai 123.557 kilogram. Seluruh hasil panen tersebut merupakan produk pembinaan kemandirian warga binaan di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan pembinaan yang terintegrasi dan berorientasi hasil. Seluruh hasil panen selanjutnya akan didonasikan kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Aceh dan Sumatera Utara sebagai wujud kepedulian sosial Pemasyarakatan.

Kegiatan panen raya ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan nasional, serta mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Melalui panen raya ini, Lapas Tondano menunjukkan bahwa pemasyarakatan bukan semata soal pengamanan, tetapi tentang membangun manusia agar kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri, produktif, dan berdaya guna. (pink)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60