Dorong Digitalisasi dan Penguatan SDM Desa, Pemkab Minahasa Gelar Workshop Siskeudes

banner 468x60

Wulansulutnews.com- Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar Workshop Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Tahun 2025 bagi para operator desa se-Kabupaten Minahasa. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Juli 2025, dan dipusatkan di Manado Tateli Resort and Convention Center. Workshop dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Minahasa, Dr. Lynda Watania, M.Si.

Dalam sambutannya, Sekda Minahasa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan yang memungkinkan pertemuan dapat berlangsung dalam keadaan sehat dan lancar.

“Ini adalah kesempatan yang sangat baik. Pemerintah menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten, yang kehadirannya sangat dibutuhkan untuk menambah wawasan teman-teman operator desa, khususnya dalam pengelolaan keuangan desa,” ujar Watania.

Ia menekankan pentingnya penerapan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan desa. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar tren, tetapi merupakan keharusan. “Siskeudes harus diterapkan secara digital agar hasilnya lebih efisien, efektif, dan akuntabel. Sistem manual cenderung memakan waktu, rawan kesalahan, dan tidak seakurat sistem digital,” tegasnya.

Watania juga menyinggung pentingnya akurasi data dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang tepat sasaran, terutama dalam program-program bantuan sosial seperti BPJS Kesehatan. “Keputusan-keputusan pemerintah sangat bergantung pada akurasi data. Jika data tidak benar, maka kebijakan bisa salah sasaran,” ungkapnya.

Mengangkat isu revolusi industri 4.0 bahkan 5.0, Watania mendorong seluruh operator desa untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk sistem otomatis dan kecerdasan buatan (AI), menuntut aparatur desa untuk adaptif dan cakap terhadap tantangan zaman.

“Kalau tidak meningkatkan kemampuan, terutama sebagai operator, bagaimana mungkin bisa mengelola dana desa dengan benar? Padahal desa adalah ujung tombak pembangunan, dan sumber daya manusianya harus mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Di samping aspek teknis, Watania turut mengingatkan peran penting desa sebagai satuan masyarakat hukum terkecil yang memiliki keragaman budaya, agama, dan adat istiadat. “Perbedaan bukanlah penghalang, tetapi pemicu semangat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Desa harus mampu menjadi perekat kehidupan berbangsa. Di sanalah nilai-nilai Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupi,” tandasnya.

Workshop ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Minahasa, Drs. Arthur Palilingan, serta melibatkan 227 operator desa dari seluruh wilayah Kabupaten Minahasa. (pnk)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60