Wulansulutnews.com- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Minahasa yang dipimpin oleh Ketua Ny. Martina Watok Dondokambey-Lengkong, SE, bersama Pembina Dekranasda sekaligus Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, SSi, MAP, melanjutkan agenda kunjungan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Bantul, Jumat (26/9/2025).
Memasuki hari kedua, rombongan mengikuti Pelatihan/Pembelajaran Singkat Pembuatan dan Pemasaran Gerabah di Pusat Pelatihan Sentra Gerabah Kasongan, Kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengrajin gerabah asal Minahasa, agar semakin kreatif, inovatif, serta mampu mengembangkan produk yang memiliki daya saing di pasar lokal maupun nasional.
Kasongan, yang telah lama dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan gerabah terbesar di Indonesia, dipilih sebagai lokasi pelatihan karena dinilai representatif dalam memberikan pengalaman langsung, baik dari sisi proses produksi maupun strategi pemasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Minahasa, Ny. Martina Watok Dondokambey-Lengkong, SE, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Pelatihan ini menjadi pengalaman berharga untuk membuka wawasan para pengrajin kita. Harapannya, apa yang dipelajari di Kasongan dapat diterapkan di Minahasa, sehingga produk kerajinan kita tidak hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga mampu menembus pasar modern,” ujar Ny. Martina.
Sementara itu, Bupati Minahasa Robby Dondokambey, SSi, MAP, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sektor kerajinan.
“Kami akan terus hadir bersama Dekranasda untuk mendorong para pengrajin agar berkembang dan berdaya saing. Kerajinan daerah bukan hanya identitas budaya, tetapi juga potensi ekonomi yang harus terus kita kembangkan,” tandas Bupati Robby.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda Minahasa bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa meneguhkan langkah nyata dalam mendukung pengrajin lokal, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya Minahasa di kancah nasional. (pink)










