Wulansulutnews.com– Komitmen pelestarian lingkungan di Kabupaten Minahasa kembali mendapat perhatian nasional. Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng F. S. mendampingi Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Langowan Selatan, Kamis (9/4/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan langsung berbagai program strategis di sektor kehutanan, mulai dari restorasi hutan, penyerahan SK perhutanan sosial, hingga konservasi satwa dan penanaman mangrove yang dipusatkan di Desa Temboan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Sentral Pembibitan Tanaman dan Restorasi Hutan di Desa Palamba. Di lokasi ini, Menteri Kehutanan meninjau fasilitas pembibitan serta proses pengelolaan program restorasi hutan yang tengah berjalan.
Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Basecamp Temboan milik Yayasan Masarang Foundation. Di sana, Menteri Kehutanan melihat langsung area replating dan Parakito Area yang menjadi bagian dari upaya rehabilitasi hutan berkelanjutan.
Tak hanya itu, peninjauan juga dilakukan di kawasan Bennis Forest, tower pengamatan, hingga Patrol Beach House dan Hatchery Penyu yang menjadi pusat pelestarian satwa, khususnya konservasi penyu di wilayah pesisir. Kegiatan di lokasi tersebut berlangsung hingga siang hari sebelum rombongan kembali ke Basecamp Temboan untuk melaksanakan makan siang bersama.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Kadis Kehutanan Provinsi Sulut Rainier Nicko Dondokambey, pendiri Yayasan Masarang Willie Smits, Ketua Yayasan Masarang Aulia Reinozha, Korwil UPT Kemenhut Sulut Abdul Latif, serta Ir. Tatong Bara.
Sementara itu, di lokasi kegiatan, Menteri Kehutanan disambut unsur Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, di antaranya Asisten II Dr. Arodi Tangkere, Camat Langowan Selatan Ir. Sisca Maseo, M.Ap, serta unsur TNI-Polri seperti Pasi Intel Kodim 1302/Minahasa Mayor Inf Donny Lumenta dan Danramil 1302-09/Langowan Kapten Inf Lendy Lengkey.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar dengan pengamanan ketat dari jajaran Kodim 1302/Minahasa bersama aparat terkait.
Kunjungan ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, TNI, serta lembaga swadaya masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan ekosistem di Minahasa, sekaligus mendorong keberlanjutan program kehutanan berbasis masyarakat. (pnk)










