Wulansulutnews.com- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kayuuwi Satu resmi mulai beroperasi untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa dan tenaga pendidik. Peresmian dilaksanakan di Desa Kayuuwi Satu, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa, Minggu (08/02/2026).
Peresmian dihadiri langsung Danramil 1302-08/Kawangkoan Letda Inf Djoike Rontos, S.E., M.M., sebagai bentuk dukungan TNI AD melalui Kodim 1302/Minahasa terhadap program peningkatan gizi di lingkungan pendidikan. Unsur TNI–Polri turut mengawal jalannya program agar tepat sasaran dan berjalan optimal.
SPPG Kayuuwi Satu difungsikan sebagai dapur layanan gizi untuk menunjang program strategis pemerintah dalam penyediaan makanan bergizi gratis bagi pelajar dan guru, guna mendukung kesehatan serta konsentrasi dalam proses belajar mengajar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ucapan selamat datang dan sambutan dari Kepala SPPG Kayuuwi Satu, dilanjutkan ibadah syukur serta prosesi peresmian yang dipimpin Gembala Retla Lintong, M.Th. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Camat Kawangkoan Barat, Danramil 1302-08/Kawangkoan, Kapolsek Kawangkoan, serta perwakilan mitra SPPG.
Dalam sambutannya, Letda Inf Djoike Rontos menegaskan komitmen TNI AD untuk mendukung penuh program pemerintah yang berfokus pada pemenuhan gizi peserta didik dan tenaga pengajar.
“Melalui Kodim 1302/Minahasa, kami siap mendukung program peningkatan kesehatan dan pemenuhan gizi seimbang bagi siswa dan guru,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kawangkoan Barat Heppy Lumintang, S.H., Kapolsek Kawangkoan Ipda Rinto Langi, Kepala Yayasan Anak Mas Dwipantara Yustina Septi Christiani, Pembina Yayasan SPPG Kayuuwi Satu Esther J. Malonda, Hukum Tua Desa Kayuuwi Satu Vanly Rorimpandey, Ketua Mitra Rio Simbar, serta para tenaga ahli gizi dan akuntan.
Kegiatan peresmian berlangsung aman dan lancar hingga selesai. Kehadiran SPPG Kayuuwi Satu diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat pemenuhan gizi bagi siswa dan guru, sehingga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan berkualitas. (pink)










