Tondano Jadi Destinasi Unggulan Baru di Indonesia Timur

banner 468x60

Wulansulutnews.com- Kawasan wisata Tondano kini menjadi sorotan nasional sebagai destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan modernisasi infrastruktur.

Dengan pesona Danau Tondano yang menawan serta dukungan pembangunan yang terus ditingkatkan, kawasan ini siap menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dikenal sebagai jantung budaya Minahasa, Tondano memiliki sejarah panjang dan tradisi yang kuat. Nama “Tondano” berasal dari kata Tou Danow yang berarti “orang danau” merujuk pada masyarakat yang hidup di sekitar Danau Tondano. Sejak masa kolonial Belanda, wilayah ini dikenal sebagai kawasan strategis dengan panorama alam luar biasa dan udara sejuk yang menenangkan.

Kini, Pemerintah Kabupaten Minahasa bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memantapkan langkah pengembangan kawasan ini melalui Proyek Penataan Kawasan Tondano.
Program tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Utara, Ditjen Cipta Karya, dan telah rampung serta diserahterimakan ke pemerintah daerah pada Maret 2024.

Beberapa titik revitalisasi utama meliputi, Panggung dan Lapangan Sam Ratulangi (Taman God Bless Minahasa)  ruang publik baru yang menjadi pusat kegiatan seni, budaya, dan hiburan masyarakat.

Revitalisasi Danau Tondano jalur pedestrian nyaman dengan panorama langsung ke danau, menjadi spot favorit wisatawan untuk bersantai dan berfoto.

Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, S.Si., MAP, menegaskan bahwa infrastruktur menjadi kunci utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Untuk pariwisata, yang pertama harus diperbaiki adalah infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” ujar Dondokambey.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Wahyu Kusumosusanto, menjelaskan bahwa penataan ini merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Infrastruktur Permukiman (RPIP) Kawasan Tondano, yang diarahkan untuk mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata di sekitar Danau Tondano.

“Danau Tondano merupakan salah satu danau prioritas nasional. Statusnya juga telah ditetapkan dalam Perda Sulut Nomor 1 Tahun 2014 tentang RTRW Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2014–2034, yang menetapkan DAS Tondano sebagai Kawasan Strategis Nasional untuk konservasi dan wisata,” jelas Wahyu.

Bupati Dondokambey menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PUPR atas dukungan penuh terhadap kemajuan sektor pariwisata di Minahasa yang berkelanjutan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah membantu meningkatkan sarana dan prasarana di Sulawesi Utara. Dengan penataan ini, kami berharap sektor pariwisata di Minahasa dan Sulawesi Utara semakin maju dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pada Rabu (22/10/2025), Bupati Minahasa Robby Dondokambey melakukan koordinasi sekaligus menyerahkan Proposal Permohonan Lanjutan Penanganan Revitalisasi Danau Tondano kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR RI, bertempat di Kantor Ditjen SDA, DKI Jakarta.

Dengan perpaduan keindahan alam, warisan budaya yang hidup, serta dukungan infrastruktur modern, Tondano kini menjelma sebagai destinasi unggulan baru di Indonesia Timur siap menyambut wisatawan dari seluruh penjuru dunia. (pink)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60