Wulansulutnews.com– Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Tahun 2026, bertempat di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ini dihadiri Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si.
Turut hadir para Asisten, Staf Ahli Bupati, Inspektur, Sekretaris DPRD, para Kepala Badan, Dinas, dan Satuan, serta para Camat se-Kabupaten Minahasa, para Hukum Tua dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari masing-masing wilayah yang ada di Kabupaten Minahasa.
Dalam sambutannya, Bupati Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP menegaskan bahwa Pemilihan Hukum Tua merupakan bagian penting dari pelaksanaan demokrasi di tingkat desa.
“Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting, karena Pemilihan Hukum Tua merupakan perwujudan nyata dari demokrasi di tingkat pemerintahan paling bawah. Melalui proses ini masyarakat desa diberi ruang untuk menentukan pemimpin mereka secara langsung, terbuka, dan bertanggung jawab,” ujar Bupati.
Bupati juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pilhut di Kabupaten Minahasa selama ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri.
Pada pelaksanaan Pilhut sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Minahasa dinilai berhasil menyelenggarakan pemilihan yang demokratis, tertib, dan transparan. Bahkan saat itu Kementerian Dalam Negeri secara langsung memantau jalannya Pilhut di Minahasa melalui Zoom Meeting.
“Hal ini menjadi bukti bahwa Minahasa dipandang sebagai salah satu daerah yang mampu melaksanakan demokrasi desa dengan baik, bahkan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia,” ungkapnya.
Untuk itu, Bupati berharap pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua Tahun 2026 dapat berjalan sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku serta dilaksanakan dalam suasana aman, damai, dan penuh persaudaraan.
Bupati juga mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap menjunjung tinggi nilai budaya Minahasa yang dikenal dengan prinsip “Torang Samua Basudara.”
“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu merusak persaudaraan yang telah lama kita bangun bersama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyampaikan beberapa imbauan penting kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Pilhut. Ia meminta panitia pemilihan menjalankan tugas dengan penuh integritas dan menjunjung tinggi netralitas.
Para calon Hukum Tua juga diharapkan dapat berkompetisi secara sehat dan bermartabat dengan menyampaikan visi, program, dan gagasan kepada masyarakat secara baik.
Sementara kepada masyarakat sebagai pemilih, Bupati mengajak agar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dengan memilih pemimpin desa yang memiliki komitmen dan integritas untuk membangun desa menuju kesejahteraan bersama.
Selain itu, seluruh aparat pemerintah di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa diingatkan untuk tetap menjaga netralitas serta mendukung terselenggaranya seluruh tahapan Pilhut dengan baik.
Di akhir sambutannya, Bupati juga menyampaikan ucapan kepada masyarakat Minahasa yang tengah menjalani berbagai momentum keagamaan.
Kepada umat Kristiani disampaikan selamat menghayati Minggu-Minggu Sengsara dalam rangka menyambut Jumat Agung dan Paskah. Kepada umat Muslim disampaikan selamat menjalankan ibadah puasa serta menyambut Hari Raya Idulfitri, serta kepada umat Hindu disampaikan selamat menyambut Hari Raya Nyepi.
“Semoga keberagaman ini terus menjadi kekuatan kita bersama untuk membangun Minahasa yang rukun, damai, dan sejahtera,” pungkas Bupati. (pink)









