Lapas Tondano Gandeng BNN Sulut dan Kemenag Minahasa

banner 468x60

Wulansulutnews.com– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tondano terus memperkuat benteng pencegahan narkoba serta meningkatkan kualitas pembinaan spiritual bagi warga binaan. Upaya ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Minahasa, Kamis (27/11/2025).

Kerja sama strategis tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberantas peredaran gelap narkoba dan penggunaan ilegal telepon genggam di dalam lapas. Penandatanganan yang berlangsung di Aula Lapas Tondano ini disaksikan sejumlah pejabat tinggi.

Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Kemasyarakatan, Dr. Iwan Santoso, menegaskan perlunya pengawasan ekstra di tengah tren meningkatnya peredaran narkoba nasional.

“Narkoba bisa berada di mana saja. Kami berharap Sulawesi Utara, termasuk lapas, bebas dari peredaran gelap ini,” tegas Iwan.

Ia menyebutkan bahwa MoU ini sejalan dengan salah satu dari 13 akselerasi Menteri Imigrasi dan Kemasyarakatan yang berfokus pada pencegahan peredaran HP dan narkoba di lembaga pemasyarakatan.

Senada dengan itu, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Jemmy Suatan mengapresiasi sinergi tersebut. Menurutnya, kerja sama ini berdampak langsung pada penyelamatan generasi muda maupun warga binaan dari ancaman narkoba.

“Dengan PKS ini, banyak anak dan warga binaan yang bisa terselamatkan. Mari kita jaga generasi muda bersama,” ujar Jemmy.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Kemasyarakatan Sulawesi Utara, Tonny Nainggolan, mengingatkan bahwa MoU tersebut harus ditindaklanjuti secara nyata.

“Tujuan utama pembinaan adalah memulihkan hubungan warga binaan dengan masyarakat, negara, keluarga, dan Tuhannya, agar mereka kembali hidup normal,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Minahasa Pdt. Dolie Tangian menyoroti pentingnya pembinaan spiritual dalam proses pemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa penyuluh agama menjadi ujung tombak dalam mengarahkan penguatan iman dan kerukunan warga binaan.

“Tujuan akhirnya, mereka kembali ke masyarakat dengan identitas keagamaan yang kuat dan moral yang matang,” kata Dolie.

Kepala Lapas Tondano, Akhmad Sonirin Soleh, menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja serta kualitas layanan pembinaan.

“Dukungan dari seluruh stakeholder sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Tommy Wuwungan, pimpinan BRI setempat, serta jajaran Kemenkumham Sulut. (pink)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60